burung twitter

berjalan

SEGALA YANG HIDUP DIPERAIRAN ADALAH MILIK PERIKANAN

Wednesday, 27 April 2011

budidaya ikan mas koki ( carasius auratus)


1.                       DAYA TARIK

Bisnis Budi Daya Ikan Hias telah menjadi sumber penghasilan banyak orang, salah satu ikan Hias air tawar yang cukup populer adalah Ikan Mas Koki. Bentuk tubuh dan warna indah yang dimiliki Mas Koki menjadi pemikat bagi para penggemar ikan hias air tawar. Selain itu harga ikan Mas koki juga tergolong tidak mahal, sehingga penggemar ikan hias jenis ini datang dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa berkantong tebal. Ikan Mas Koki biasa berharga dalam kisaran 2 ribu rupiah sampai 10 ribu rupiah tetapi Ikan Mas Koki yang berhasil menjadi juara dalam sebuah kontes akan memiliki harga yang bervariasi dari ratusan ribu sampai puluhan juta rupiah per ekor.
Daya tarik ikan sangat dipengaruhi keadaan fisik dan kondisi kesehatannya. Selain berperilaku gesit, ikan yang sehat juga selalu menunjukkan penampilan kulit dan sisik cemerlang. Dengan demikian, perlu dilakukan perlakuan agar fisik dan kesehatan ikan tetap terjaga. Keragaman jenis yang dimiliki ikan mas koki menjadi daya tarik bagi penggemar. Karena keragaman tersebut, penggemar akan jauh dari kebosanan memelihara.
Apalagi jenis ikan ini cukup indah dilihat, apalagi bila warnanya cerah nan menawan. Bentuk badan umumnya bulat atau gemuk. Makin bulat biasanya makin digemari para penggemar. Pada beberapa jenis, mas koki kepala singa (lion head) dan mata balon, tidak memiliki sirip punggung. Ada pula yang mempunyai sirip ekor satu dan dua buah, terbuka atau mekar serta panjang. Sementara yang jenis siripnya kuncup dan tidak mekar, tidak laku dijual atau tidak disenangi.

2.                       HABITAT DIALAM / KLASIFIKASI
Klasifikasi ilmiah menurut Wikipedia, adalah:
Kerajaan          : animalia
Filum               : chordata
Kelas               : Actinopterygii
Order              : cypriniformes
Famili              : cyprinidae
Genus              : carasius
Spesies            : auratus C
Subspecies       : C. a. auratus

Mas Koki (carasius auratus)
ikan mas berasal dari daratan Asia dan telah lama dibudidayakan sebagai ikan konsumsi oleh bangsa Cina sejak 400 tahun SM. Penyebarannya merata di daratan Asia juga Eropa sebagian Amerika Utara dan Australia. Pembudidayaan ikan mas di Indonesia banyak ditemui di Jawa dan Sumatra dalam bentuk empang, balong maupun keramba terapung yang di letakan di danau atau waduk besar. Budidaya modern di Jawa Barat menggunakan sistem air deras untuk mempercepat pertumbuhannnya.
Nama umum Ikan Mas, nama latin Cyprinus Carpio, nama asing Common Carp. Secara garis besar bentuk dari pada ikan mas yakni badan agak panjang dan pipih dengan warna tubuh keemasan, warna varian lainnya putih, kuning, merah, hitam dan corak kombinasi warna-warna tadi. Mulutnya dapat dilebarkan dengan struktur bibir lunak. Terdapat dua sungut (semacam kumis) yang membedakannya dengan ikan maskoki; Crucian Carp (Carassius Carassius); Gold Fish (Carassius Auratus). Bagian kepala tanpa sisik, seluruh tubuh dipenuhi sisik agak besar kecuali pada varian ikan mas kaca; Mirror Carp dan Leather Carp yang sebagian bahkan nyaris seluruh tubuhnya tidak bersisik. Badannya yang gemuk tersebut dapat mencapai 36 kg dengan panjang 1.5 m (keterangan berat dan panjang disarikan dari The Dorling Kindersley ~ The Encyclopedia Of Fishing – Section Species, Freshwater Fish, Carp, page 135). Tentang berat ini pernah disaksikan ikan mas di Indonesia yang mencapai berat 30 kg panjang 1 m lebih milik seorang petani ikan di Jawa Barat. Untuk ikan mas dengan berat di atas 10 kg yang berhasil dipancing di lokasi alam. Pada varian Wild Carp yang bentuk badannya memanjang ukurannya lebih kecil dari Common Carp. Di Indonesia sendiri Ikan Mas ini mempunyai nama khas sendiri berdasar bentuk, warna dan wilayah penyebarannya seperti Lauk Mas, Mas Majalaya, Punten, Nyonya, Kaca, Kancra Domas, Kumpay dan lain sebagainya.
Habitat aslinya yang di alam meliputi sungai berarus tenang sampai sedang dan di area dangkal danau. Perairan yang disukai tentunya yang banyak menyediakan pakan alaminya. Ceruk atau area kecil yang terdalam pada suatu dasar perairan adalah tempat yang sangat ideal untuknya. Bagian-bagian sungai yang terlindungi rindangmya pepohonan dan tepi sungai dimana terdapat runtuhan pohon yang tumbang dapat menjadi tempat favoritnya. Di Indonesia sendiri untuk mencari tempat memancing ikan mas bukanlah hal yang sulit. Karena selain telah dibudidayakan banyak empang yang sengaja dibuat demi memanjakan para penggemar mancing ikan mas.

3.                       PEMBUDIDAYANNYA
Untuk pemijahannya, pemilihan induk harus benarbenar baik. Induk yang baik untuk dipijahkan sudah berumur 8 bulan, dengan ukuran minimum sebesar telur itik. Selain itu pilih induk yang berkepala kecil dengan tubuh bulat, sisik utuh dan tersusun rapih. Jika ikan sedang bergerak, ekor dan sirip akan kelihatan tegak. Dan untuk mendapatkan keturunan yang berwarna, maka calon induk yang akan dipijahkan berwarna polos. Gunakan induk jantan berwarna putih dan betina berwarna hitam atau hijau lumut atau sebaliknya.
Sebaiknya sebelum melakukan pemijahan, terlebih dahulu kita harus menyeleksi jantan dan betina. Untuk perbedaan jantan dan betina: Induk Jantan; a. Pada sirip dada terdapat bintikbintik bulat menonjol dan jika diraba terasa kasar. b. Induk yang telah matang jika diurut pelan ke arah lubang genital akan keluar cairan berwarna putih.
Induk Betina; a. Pada sirip dada terdapat bintikbintik dan terasa halus jika diraba. b. Jika diurut, keluar cairan kuning bening. Pada induk yang telah matang, perut terasa lembek dan lubang genital kemerah – merahan.
Selanjutnya sebelum melakukan pemijahan sebaiknnya dilakukan pembersihan bak/aquarium. Apabila telah bersih diisi dengan air yang telah diendapkan 24 jam, kemudian letakkan eceng gondok untuk melekatkan telurnya. Kemudian pilihlah induk yang telah matang telur, masukkan ke dalam bak pada sore hari. Bila pemilihan induk dilakukan dengan cermat, biasanya keesokan harinya telur sudah menempel pada akar eceng gondok. Karena telur tidak perlu dierami, induk dapat segera dipindahkan ke kolam penampungan induk, untuk menunggu sampai saat pemijahan berikutnya. Jika perawatannya baik, maka 3 4 minggu kemudian induk sudah dapat dipijahkan kembali.
Setelah 2 3 hari telur akan menetas, sampai berumur 2 ~ 3 hari benih belum diberi makan, karena masih mempunyai persediaan makanan pada yolk sacnya (kuning telur). Pada hari ke 3 4 benih sudah dapat diberi makanan kutu air yang telah disaring. Setelah berumur 15 hari benih mulai dicoba diberi cacing rambut di samping masih diberi kutu air, sampai benih keseluruhannya mampu memakan cacing rambut, baru pemberian kutu air dihentikan.
Untuk telur yang ditetaskan di aquarium maka sebaiknya setelah benih berumur 1 minggu dipindahkan ke bak/kolam yang lebih luas. Ketinggian air dalam bak 10 15 cm dengan pergantian air 5 – 7 hari sekali. Setiap pergantian air gunakan air yang telah diendapkan lebih dahulu. Untuk menghindari sinar matahari yang terlalu terik diperlukan beberapa tanaman pelindung berupa eceng gondok.
Selanjutnya pembesaran ikan dilakukan setelah benih berumur lebih dari 1 bulan sampai induk. Jenis koki mutiara ini memerlukan banyak sinar matahari, untuk itu tanaman eceng gondok dapat dikurangi atau dihilangi. Untuk tahap pertama pembesaran dapat ditebar + 1.000 ekor ikan dalam bak berukuran 1,5 x 2 m. Kemudian penjarangan dapat dilakukan setiap 2 minggu dengan dibagi 2.
Selain itu yang perlu diperhatikan adalah pergantian air dapat dilakukan 3 5 hari sekali, juga dengan air yang telah diendapkan. Begitu juga dengan makanan yang diberikan berupa cacing rambut. Makanan diberikan pada pagi hari secara adlibitum (secukupnya). Jika pada sore hari makanan masih tersisa, segera diangkat/dibersihkan.
Setelah berumur 4 bulan ikan sudah merupakan calon induk. Untuk itu jantan dan betina segera dipisahkan sampai berumur 8 bulan yang telah siap dipijahkan. Untuk induk ikan sebaiknya makanan yang diberikan yaitu berupa jentik nyamuk (cuk). Sepasang induk dapat menghasilkan telur 2.000 s/d 3.000 butir untuk sekali pemijahan.

4.                       PEMASARAN DAN HARGA
Dengan adanya luas perairan umum di Indonesia yang terdiri dari sungai, rawa, danau alam dan buatan seluas hampir mendekati 13 juta ha merupakan potensi alam yang sangat baik bagi pengembangan usaha perikanan di Indonesia. Disamping itu banyak potensi pendukung lainnya yang dilaksanakan oleh pemerintah dan swasta dalam hal permodalan, program penelitian dalam hal pembenihan, penanganan penyakit dan hama dan penanganan pasca panen, penanganan budidaya serta adanya kemudahan dalam hal periizinan import.
Walaupun permintaan di tingkal pasaran lokal akan ikan mas dan ikan air tawar lainnya selalu mengalami pasang surut, namun dilihat dari jumlah hasil penjualan secara rata-rata selalu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Apabila pasaran lokal ikan mas mengalami kelesuan, maka akan sangat berpengaruh terhadap harga jual baik di tingkat petani maupun di tingkat grosir di pasar ikan. Selain itu penjualan benih ikan mas boleh dikatakan hampir tak ada masalah, prospeknya cukup baik. Selain adanya potensi pendukung dan faktor permintaan komoditi perikanan untuk pasaran lokal, maka sektor perikanan merupakan salah satu peluang usaha bisnis yang cerah.


Monday, 31 January 2011

TEKNIK PEMELIHARAAN LARVA IKAN BANDENG (Chanos-chanos)

 BAB I. PENDAHULUAN 

1.Latar Belakang   
        Kegiatan pemeliharaan larva bandeng dapat diusahakan dalam suatu hacthery besar maupu skala rumah
tangga adalah tidak berbeda hanya saja beberapa kebutuhan dalam hacthery skala rumah tangga masih harus
didapatkan dari hacthery lengkap. Misalnya kebutuhan telur bandeng dan bibit pakan alami. 

2. Tujuan
       Tujuan dari praktek kerja lapang ini adalah untuk mendapatkan pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan kerja khususnya mengenai  teknik pemeliharaan larva ikan bandeng (chanos-chanos) dengan memadukan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan kenyataan di lapang
 
3. Manfaat
       Manfaat dari Praktek Kerja Lapang ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa di lapang serta memahami permasalahan yang timbul dalam teknik pemeliharaan larva ikan bandeng (chanos-chanos) sehingga diharapkan akan dapat melakukan dengan baik, serta mampu mengatasi permasalahan yang timbul dan nantinya akan menambah informasi untuk penelitian lebih lanjut tentang pemeliharaan larva ikan bandeng (chanos-chanos.



BAB II.  TINJAUAN PUSTAKA

1. klasifikasi
Menurut  Forsskal,1775 ikan bandeng diklasifikasikan sebagai berikut :
Kerajaan  : Animalia
Kelas  : Actinopterygii
Ordo  : Gonorynchiformes
Famili  : Chanidae
Genus  :
Chanos
Spesies  :Chanos chanos
   
2.Waktu dan Tempat
Praktek kerja lapang ini dilaksanakan di Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Ujung Batee Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh pada tanggal 26 Juli sampai 24 Agustus 2010.

3. Alat dan Bahan 
No
ALAT
BAHAN
1
Beaker gelas
Larva ikan bendebg
2
Aerasi
Elbosin(antibiotik)
3
Gayung
Minyak ikan
4
Selang siphon
Pelet
5
Ember
Pakan alami(Chlorella, rotifera)
6
Lux meter

7
thermometer






BAB III. METODE PEMELIHARAAN LARVA  


3.1. Persiapan Bak
3.1.1. Pencucian Bak
           Bak pemeliharaan larva harus bersih dan terbebas dari segala kotoran dan terbebas dari mikroorganisme pathogen. Untuk menciptakan kondisi tersebut , maka pertama-tama bak isiram dengan kaporit dengan dosis 5-10 ppm dan di endapkan selama 1 hari setelah itu baru disiram dengan air tawar sampai bak bersih dari kaporit.

 3.1.2. Pengisian air
         pengisian air  media  pemeliharaan di lakukan apabila pencucian bak  selesai atau pengisian air media merupakan kegiatan terakhir dalam persiapan bak. Air yang digunakan adalahh air laut yang telah melalui saringan filter bag. Ketinggian air media pemeliharaan sampai 7 ton. 
3.2. Penebaran telur
        sebelum telur ditebarkan terlebih dahulu iberikan elbosin kedalam bak. Setelah itu baru ditebar secara berlahan-lahan. 
3.3. Pemberian pakan.
        pada awalnya kehidupanya, setelah itu menetas menjadi larva. Secara alami larva bandeng sudah dibekali cadangan makanan, yang berupa kuning telur atau egg yolk. Setelah cadangan kuning telur habis diberikan chlorella, rotifera dan pakan buatan.

3.4. Pengelolaan air
       pengelolaan yang di lakukan  dalam pemeliharaan larva bandeng  harus mendukung kualitas air. Penggantian air dilakukan pada hari ke10 dan besar penggantian adalah 10 % setiap harinya, karena 10 hari pemeliharaan kualitas air diperkirakan mulai menurun.

3.5. Panen larva
       
alat yang digunakan dalam pemanenan meliputi jaring nylon yang berukuran mata jaring 250 mikron, gayung, dan baskom. Jaring tersebut dimodifikasi menbentuk jaring krikit, jaring tersebut  bagian bawahnya menempal di dasar bak sedangkan tingginya sekitar 50 cm. Sebelum dilakukan pemanenan, air media pemeliharan i turunkan sampai 40 cm. Selanjutnya di lakukan pemanenan menggunakan jaring krikir.



BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN 

4.1. Kesimpulan
1. Bak pemeliharaan larva harus bersih dan terbebas dari segala kotoran dan terbebas dari mikro organisme
    pathogen sebelum digunakan untuk pemeliharaan larva.
2. Media Air yang digunakan adalahh air laut yang telah melalui saringan filter bag
3. Penggantian air dilakukan pada hari ke10 dan besar penggantian adalah 10 % setiap harinya

4.2 Saran
          Untuk kedepannya bak pemeliharaan larva bandeng di pisahkan dengan bak pembenihan kerapu agar mudah dalam melakukan kegiatan pembenihan/pemeliharaan.
 
 


 

 

Tuesday, 23 November 2010

sexsualitas pada ikan

I. PENDAHULUAN

 
 
A.  PENGERTIAN

-  Menurut Lagler et al (1977) = Reproduksi pada ikan adalah merupakan suatu proses pengabadian spesies dan dengan proses pengabadian ini dimana terjadi juga pertukaran genetik yang akan menyebabkan munculnya sifat-sifat pada spesies yang baru.

-  Berdasarkan pembentukan alat kelamin terbagi :

  a. Gonokoris (Gonochorisme)

  b. Hermaprodit

-  Berdasarkan pembuahan terbagi :

  a. Ovipar

  b. Ovovivipar

  c. Vivipar

-  Keberhasilan reproduksi tiap individu tergantung dari kemampuan survival dan kemampuan mendapatkan bahan mentah dan energi kimia untuk menghasilkan produk kelamin.
-  Beberapa strategi reproduksi berdasarkan persediaan energinya :
  1. Ikan memijah hanya apabila lemak (energi) tersedia (diperoleh)
  2. Ikan memijah semampu atau sebanding dengan tersedianya energi
  3. Ikan memijah walaupun dengan pengorbanan fungsi-fungsi yang lain dan
      dapat berakibat fatal (kasus ikan salmon Pasifik).
-  Strategi reproduksi yang berhubungan antara ukuran dan jumlah telur yang dihasilkan dengan jumlah dan usaha perlindungan anak :
  a. Ikan yang mempunyai telur ukuran kecil akan menghasilkan telur dalam    
      jumlah banyak dengan tingkat kelangsungan hidup yang kecil.
  b. Ikan yang mempunyai telur ukuran besar menhasilkan telur dalam
      jumlah kecil akan memerlukan waktu inkubasi lebih lama dan tingkat
      kelangsungan hidup yang besar.
-  Beberapa tindakan parental care dari induk :
  a. membuat sarang dan menjaganya
  b. membawa telur atau mengerami telur dan menjaga larva dalam mulut
  c. menyimpan telur dalam tubuh induk betina atau jantan

II. SEKSUALITAS IKAN


Beberapa tipe seksualitas ikan :
  a. hermaprodit sinkroni
  b. hermaprodit protandri
  c. hermaprodit protogini
  d. gonokhorisme
  e. Phartenogenesis atau Gynogenesis
A.  HERMAPRODITISME
-  Merupakan hewan yg memiliki 2 jenis jaringan kelamin jantan (testes) dan betina (ovarium)
1.  Hermaprodit Sinkroni
-Adalah ikan-ikan yang sel jantan dan betinanya matang pada saat yang sama, tanpa memperhatikan apakah swafertilisasi dimungkinkan ataukah tidak.
-Contoh : ikan Serranus criba, Hepatus hepatus dan S. subligerius.
-Menurut Clark (1959, 1965) ikan S. subligerius dapat melakukan swafertilisasi dan perkembangan.
  2.  Hermaprodit Protandri
-Merupakan ikan yang mengalami perubahan dari fase kelamin jantan ke betina
-Ex : Sparus auratus, Pagellus centrodontus, Inegocia crocodila, I. meerdevoort, Lates calcarifer, dll
-Jaringan gonad H. protandri terbagi dua, yaitu testes dan ovarium.
-pada saat ikan masih kecil, jaringan gonad lebih didominasi oleh testes sedangkan ovarium hanya sebagian kecil.
-Sedangkan pada ikan dewasa, jaringan ovarium akan berkembang dan testes menyusut mengecil. 
3.Hermaprodit Protogini
-Merupakan ikan yang mengalami perubahan dari fase kelamin betina menjadi jantan
-Ex : Pagellus erythrinus, Spondyyliosoma cantharus, Monopterus albus, beberapa dari family Serranidae, dll.
-Beberapa pola H. protogini :
  a. Pola H. Epinephelus  
   b. Pola H. Rypticus
Ikan Sacura margaritacea (besar dan merah) serta S. pulcher (kecil dan kuning) adalah jantan dan betina dari spesies yang sama. Perubahan sex protogini terjadi ketika jaringan ovarian mengalami regenerasi setelah pemijahan.
- Pola H. Protogini pada ikan M. albus : Juvenile hermafrodit betina fungsional Interseks (peralihan) Jantan fungsional

B.  GONOKHORISME
-  Terbagi dalam dua jenis :
  a. Gonokhoris tidak berdifferensiasi : gonad pada awalnya akan berubah
      sprti ovarium, kemudian setengahnya menjadi jantan dan setengah   
      lainnya menjadi betina.
  b. Gonokhoris berdifferensiasi : Gonad yang tidak berbeda akan langsung
       berdifferensiasi menjadi testes ataupun ovarium.
1.  Gonokhoris tidak berdifferensiasi
-Ikan sidat (Anguilla anguilla),Salem Pelangi (Salmo gairdner irideus), ikan Minow (Phoxinus laevis) sering ditemukan organ interseksual.
-Pada ikan Minow, bagian ovarian akan dihilangkan ketika bagian testicular berkembang
Bagian interseks ini merupakan suatu fase peralihan dari betina ke jantan  sebagai efek dari androgen dan estrogen walaupun perubahan seks yang komplet tidak tercapai dengan bantuan hormon ini. 
2.  Gonokhoris berdifferensiasi
-  Merupakan tipe sexual dimana gonad langsung berdifferensiasi menjadi testes atau ovarian
-Terdiri atas sebagian besar spesies ikan gonokhorisme
   
C.  PARTHENOGENESIS
-Merupakan proses perkembangan individu muda tanpa adanya proses fertilisasi
-Individu muda yang dihasilkan selalu merupakan individu betina
-Contoh : Poecilia formosa dan Mollie Amazon
-Proses phartenogenesis terkadang disebut juga gynogenesis, dimana sel sperma hanya berperan sebagai pemicu perkembangan sel telur akan tetapi tidak berperan pada pembentukanm hereditas ikan.
 

 
 
 

spesies langka belum dinamai

Para peneliti Asutralia dan Indonesia hingga kini belum berhasil memeberi nama tujuh spesies ikan langka yang ditemukan di Pantai Pulau Nusa Penida, Bali, pada tahun 2008.
"Ada 12 spesis ikan yang kami temukan dari jumlah itu, lima di antaranya sudah bisa diberi nama, tapi tujuh lainnya sampai saat ini masih dalam kajian," ujar Direktur Program Marine Conservation International Indonesia Ketut Sarjana Putra di Denpasar, Jumat (16/07).
Menurut Sarjana, spesies ikan langka tersebut ditemukan para ahli ikan dunia saat melakukan penelitian di bawah dasar laut di kedalaman 35 meter di sekitar Pantai Toya Pakeh, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.
Kelima spesies yang telah dinamai itu masing masing, pseudocrhonis, prolepis, triammia SP, priolepis 1, priolepis 2 dan chromise. Penamaan ikan ikan tersebut dengan identifikasi sangat detil mulai bentuk dan besaran tubuh, jumlah sisik, duri hingga bentuk mulutnya.
"Sesuai konvensi internasional penamaan ikan itu merupakan hak penemunya,"ujar Sarjana dalam program reporting trips" konservasi ekosistem dan biodiversity Bali yang digelar LSM Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia atau "Society of Indonesian Environmental Journalist (SIEJ dan Aliansi Jurnalis Independen AJI Denpasar).
Ikan-ikan langka tersebut ditemukan para peneliti dan akademisi dalam Program Marine Rapid Assessment. "Spesies ikan tersebut merupakan hybrid atau percampuran ikan pasifik dan samudra Hindia (Indonesia)," papar dia.
Dikatakan, munculnya ikan tersebut juga merupakan percampuan telur ikan dari kedua kawasan itu yang akhirnya melahirkan spesies baru.
"Kelima spesies ikan ini sebagian besar merupakan jenis ikan karang yang berukuran kecil dengan pola warna yang unik," sambungnya.
Dari pengamatan Sarjana, potensi perairan Nusa Penida sangat memiliki kekayaan dan karagaman bahari, mengingat kawasan tersebut berada di antara dua samudra, India dan Pasifik.
Yang menarik, sambung Sarjana, kemunculan spesies ikan langka tersebut kenapa justru ditemukan di Bali padahal spesis ini dinamai di Australia.
"Jadi bagaimana bisa spesies ikan itu bisa sampai da di Bali sebagai tempat yang banyak dikunjungi wisatawan. Ini yang masih menjadi pertanyaan para ilmuwan," ujarnya.
Semula kedatangan para peneliti di Nusa Penida pada bulan November 2008 guna menginventarisasi potensi keanekaragaman karang, ikan karang, moluska, ekinodermata serta kondisi oseanografi di zperairan Nusa Penida. Hanya saja dalam penelitian tersebut mereka justru dikejutkan dengan penemuan spesies-spesies ikan baru tersebut.(ant/yan)